• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise
twitter instagram

SUKA-NGAYAL

written by reza kahar

“Reza, bangun!”

Teriakan yang setiap pagi nya aku dengar diiringi suara geduran pintu.

“iya, ini bangun.”

Lalu ku membuka layar seperti biasa. Dan yang kulihat hanyalah sekumpulan huruf yang disusun dengan rapi membentuk sebuah kalimat “Kita Putus.” Ya, ini memang terulang kembali seperti yang sudah-sudah. Namun bagiku ini hanyalah sebuah lelucon yang ga pantas untuk ditertawakan.
Hilang tidak harus untuk dicari. Pergi tidak harus untuk dikejar. Tapi cerita, tetap harus untuk diingat. Karena dia, pasti kembali.

Apa yang sudah dilalui, telah tersusun rapi dalam arsip kehidupan. Tinggal saja, tiap lembaranya pasti ada pelajaran.

Bagiku, menulis di buku yang baru bukanlah sebuah kesimpulan yang bisa memperbaiki cerita. Karena di beberapa halaman masih banyak lembaran kosong yang bisa untuk diisi kembali.

Selamat Pagi J


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Royal Rumble Tour adalah sebuah pertunjukan Stand Up Comedy yang dibuat oleh 14 komika alumni Stand Up Comedy Academy (SUCA) season ke-3.

Awal nya show ini hanya sebuah rencana belaka ketika masih di Asrama SUCA3 waktu itu. Jadi, waktu di asrama dulu, kamar nya anak Medan (Oki Rengga, Reza Kahar, Dian Putrah, dan Marshel Widianto) dengan kamar nya anak Jogja (Mukti Entut, Alyakbar, Andang, dan Yoga) adalah yang paling akrab. setiap malam, kamar anak Jogja ini selalu rame didatengin sama anak anak yang lain.

Nah, dari sinilah awalnya rencana pengen ngebuat karya setelah keluar dari Asrama nanti. Karena, bagi komika, kalo berhenti berkarya, ya, komika nya juga pasti bakalan tenggelam sama komik-komik pendatang baru.

Nama yang pertama muncul untuk show nya adalah "Kesebelasan." Jadi konsepnya kayak sepak bola gitu. berarti harus ada 11 komik yang menjadi line up. Karena waktu itu cuma ada 8 komik, yaitu,  Oki Rengga, Mukti Entut, Alyakbar, Reza Kahar, Andang, Yoga, Marshel, dan Dian Putrah, kami harus mencari 3 komik lagi biar pas menjadi 11 komik. Selanjutnya ada Bobby Darwin, Ate, dan Zakaribo.

Lengkap sudah 11 orang. Tapi, ditengah rencana ini dibuat, kabar sudah sampai ke beberapa anak anak SUCA3 lainnya. Ada beberapa yang pengen ikut. Nopek, Faizal, dan Bintang Emon. Karena pengen berkarya bareng bareng, terbentuklah 14 komik.

Nama "Kesebelasan" kayaknya ga cocok untuk diisi sama 14 komik. Makanya aku langsung mengusulkan nama "Royal Rumble." Konsepnya kayak SmackDown gitu, yang main banyak. Akhirnya terbentuk nama "Royal Rumble".

Setelah kompetisi SUCA3 selesai, yang dimenangkan oleh Bintang Emon sebagai juara 1, kami semakin yakin untuk menjalankan Tour ini. Titik pertama ada di Kota Bandar Lampung. Kota asal nya Ate.

25 Februari 2018, ditetapkan sebagai tanggal berawalnya tour Royal Rumble ini. sayangnya anggota Royal Rumble tidak lengkap karena Nopek berhalangan hadir. Tapi alhamdulillah, titik pertama ini berjalan lancar dan mendapat kesan baik bagi penonton.


Bandar Lampung


Karena titik pertama sudah berhasil, dan kabar ini juga sampai ke beberapa komunitas yang ada di Medan, Royal Rumble langsung dapat undangan untuk main di Kota itu. Yang memang ini Kota asalku, Oki Rengga.

Di Medan langsung dapat 2 titik. Di Rantau Prapat, kota asalnya Dian Putrah, dan Kota Medan.

Royal Rumber Tour di Kota Rantau Prapat diadakan tanggal 4 April 2018 dan di Kota Medan tanggal 8 April 2018.

Lagi lagi anggota Royal Rumble belum di bagian posisi lengkap. di Rantau Prapat Zakaribo berhalangan karena jadwal syuting, dan di Medan Oki Rengga yang sedang berjuang di Kompetisi SUCI 8 Kompas Tv  dan Bintang Emon sedang ada syuting di Pulau Seribu berhalangan hadir.

Rantau Prapat

Medan


Alhamdulillah di titik ke-2 dan ke-3 ini berjalan dengan lancar.

Selanjutnya, tanggal 30 Juni 2018 nanti Royal Rumble akan menjalankan Tour nya kembali di Kota Madiun. Kota asalnya Nopek. Tapi di formasi Royal Rumbel di titik ke-4 ini ada pergantian komik. Oki Rengga yang sedang berjuang di 6 besar SUCI 8 harus fokus ke kompetisi itu dan digantikan oleh Ovil dari Kendari. Ya, semacam tag team dalam istilah SmackDown.

Nah, buat kalian yang pengen nonton yang di Kota Madiun, lihat info nya di link di bawah:

Royal Rumble Tour Madiun

Dan pengen liat keseruan gimana serunya Tour Royal Rumble di kota Lampung, Rantau Prapat, dan Medan, silahkan Klik Disini
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hidup adalah bagaimana seorang manusia mampu menempatkan dirinya pada posisi kenyamanan.

Sebelumnya, ini terlepas dari persoalan pahala dan dosa, ya :)

Dan pada saat ini, hidupku masih terbilang belum nyaman. Karena apa yang mereka lihat tentang diriku, sama sekali bertolak belakang dengan apa yang aku rasakan.

Aku itu sebenarnya bisa dibilang masih jauh dari kata baik. Untuk urusan ibadah, apalagi. Masih memikirkan bagaimana bisa hidup di dunia dengan uang yang terus mengalir dan bisa membuat nyaman untuk tinggal di dunia yang sempit ini.

Dan di Bulan Ramadhan ini, aku mencoba untuk merubah pola pikirku. Dan alhamdulillah, ini percobaan di Ramadhan yang ke 6 Tahun untuk merubahnya. Karena, ya, gitulah, manusia ini ibarat pasukan Jamaah sholat taraweh yang hanya mampu bertahan di minggu pertama, sebelum undangan buka puasa bersama menghiasi grup whatsapp.

Perubahan yang pertama aku lakukan adalah memperbaiki tiang agamaku. Sholat!

"ih, sok sholat!"
"Astaga, percuma sholat tapi kelakuan kurang!"
"Alah, ngapain sholat!"
"Giliran susah, baru sholat!"

Ya, kira kira begitulah pernyataan teman temanku.

"Kenapa kau sholat?"

Nah, ini nih, pertanyaan yang mengabaikan pernyataan. Baik lah, aku jawab.

Karena wajib! Lagian, kalo aku membiasakan diri ga sholat, aku takut lupa bacaannya. Hehehe...

"Kenapa kau sholat pas lagi dalam keadaan susah? Waktu senang kenapa engga? Ga takut dianggap kaperlek sama tuhan?"

Oh, gini, waktu senang, aku emang lupa sama tuhanku. Waktu susah, aku baru ingat sama dia. Karena, memang kepada tuhan tempat pengaduan yang sebenarnya.

"Jadi kalo sholatmu uda baik, rezeki mu kembali baik lagi, apakah kau akan tetap sholat?"

Jawabanku ada di pertanyaan yang pertama. Sholat itu wajib!

"Apa pendapatmu dengan sifatmu yang masih tidak sesuai dengan sholatmu?"

Sholat itu tiang agamaku. Aku mau berubah secara perlahan. Aku ga mau berubah total. Membangun sebuah rumah juga ga bisa langsung jadi, kan? Harus ada tahapannya. Pondasi nya dulu dikuatin, baru lanjut ke tahap berikutnya.

"Terus apa yang ingin kau lakukan kedepannya agar hidupmu bener bener nyaman?"

Aku ingin sholat ku ga tinggal. Aku mau berbisnis dengan tuhanku. Aku jalankan kewajibannya, aku minta apa yang aku mau, dan dia akan kasih yang terbaik dari apa yang aku minta. Walaupun entah kapan, tapi aku tunggu..

Ibarat di sebuah perusahaan, kalau kau mau jabatan mu naik, dekati pimpinanmu. Begitu juga di dunia. Kalau kau mau rezeki yang banyak, dekati yang menciptakanmu.

Kalau kau belum mampu menjalankan perintahnya, setidaknya kau jauhi larangannya.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Tidurku ber-alas-kan sajadah, berselimutkan parka, dan berada di sekitar orang yang serupa.

Berjalan ku menusuri lantai demi lantai, dengan memijakkan beberapa buah anak tangga.

Satu per satu kulihat pintu ruangan tertutup dengan rapat. Kulihat beberapa wanita dengan berseragam biru langit sedang menggoreskan pena diatas meja penuh obat.

Sesekali mereka masuk ke ruangan yang tertutup. Mungkin ada panggilan dari yang membutuhkan.

Hai, kamu.

Tidak kah kau merasakan apa yang aku rasakan? Bukan kah kita merupakan sepasang insan yang sedang menaruh hati? Meski bukan lewat ijab qabul.

Aku sudah tidak seperti dulu. Walau baru dua hari.

Aku mulai menjadi orang yang selalu memberikan informasi tentang keberadaan maupun kegiatanku.

Jelas, ini yang kamu mau.

Aku tidak akan memikirkan apapun yang membuatku sakit darimu. Lakukan, lah. Karena, aku cuma sekedar informan yang kamu dengar. Bukan yang harus kamu ikuti.

Tenang, lah. Tidak ada berkurang sedikitpun rasa dariku untukmu. Aku berharap sama darimu.

Ketika kau merasa aku seperti tidak biasa, jangan gundah. sesungguhnya aku sedang menjadi orang yang kau mau.

Selamat malam.




Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Bagimu agama-mu, bagiku agama-ku

Begitu juga dengan bagimu rezeki-mu, bagiku rezeki-ku. Kalo rezeki kita bisa dapet bersama, jangan saling menghujat.

Bahagia kau yang ciptakan dengan caramu sendiri. Mungkin saja dengan sifatmu, sikapmu, atau tingkah laku. 

Materi? 
Izinkan aku sejenak untuk tertawa dengan pernyataan itu.

HAHAHAHAHAHA

Kau punya segalanya, dengan semua yang kau dapatkan dengan hasil keringatmu, itu rezekimu. Aku gak mau usik.

Dengan itu kau bangun kebahagiaan? Silahkan. Jika yang ingin kau bahagiakan me-ng-amin-kan, maka dia akan bertahan. Jika tidak, berarti introspeksi, lah.

Kau bisa terbang, aku tidak. 
Aku bisa mengendalikan api, sedangkan kau tidak.

Maksudnya, apa yang aku bisa, belum tentu kau bisa. Begitu juga sebaliknya.

Burung juga akan memilih sangkar yang membuat dia merasa nyaman untuk istirahat. Ketika dia merasa tidak nyaman, dia akan terbang dan terus mencari.

She in the run (sindiran)

Share
Tweet
Pin
Share
1 comments

Now Freestlye Rapping -

Ah.. ah.. yaa.. kahar sedang duduk di depan laptop, laptop nya warna biru seperti kuliah gua yang akan selesai di tahun ajaran baru, ah.. ah.. ya

ah.. sekarang disini ada tangga, gue emang empat tahun kuliah tapi akhirnya tetap pakai toga aah.. yaa..

A****G!!!

Lupakan freestlye rap gak penting diatas, karena yang terpenting dalam hidupku saat ini adalah, AKU KULIAH TEPAT 4 TAHUN DAN AKHIRNYA WISUDAAAA!!!!

Setelah dinyatakan "LULUS" pada 21 Oktober 2016 lalu, dengan penantian yang sangat begitu panjang dan melalui banyak rintangan berupa coretan-coretan sampah dari seorang Dosen Pembimbing, akhirnya waktu yang ditunggu datang juga. 

Hanya membutuhkan waktu sebulan lebih untuk menikmati masa kelulusan sebagai seorang Sarjana. tepat di tanggal 23 November 2016, secara afdol, aku menjadi seorang Sarjana dengan memakai toga.

Lulus di waktu yang tepat 4 Tahun itu bangga. Dengan status Mahasiswa yang tidak terlalu pintar dan rajin, yang lebih mementingkan ketikan di blog daripada menyelesaikan ketikan Tugas Akhir, yang suka ngadem di perpustakaan (Tidak meminjam, membaca, atau mencari referensi buku), yang suka nongkrong setelah pulang kuliah, yang tidak pernah belajar sebelum UTS maupun UAS, yang kerjanya hanya mengerjakan Tugas Kuliah ketika satu jam sebelum tugas itu dikumpulkan, itu semua merupakan Mukzizat.

Apalagi, memperoleh IPK 3,16 sudah mencukupi untuk lulus testing berkas ketika melamar kerja, merupakan titik kepuasan bagi seorang Mahasiswa yang kayak aku ini.

Bersama para notulen waktu sidang Tugas Akhir


 
Kiri: Bapak W.A Tambunan, MP (Dosen Penguji). Kanan: Bapak Marshal Arifin Sinaga, SST (Dosen Pembimbing)
"""

Untuk hadir ke wisuda aku, Bou (kakak dari ayah), Mangboru (suami dari kakak ayah), beserta menantu mereka berdua, jauh-jauh datang dari kampung.

Cukup menyedihkan memang, di hari Wisuda-ku, Ayah, salah satu orang yang berjasa dalam mencari nafkah, membesarkan, dan menyekolahkan aku hingga bias memakai Toga untuk yang kedua kalinya setelah TK (dulu), tidak bisa hadir dikarenakan terbaring lemah di rumah sakit.

Hanya ada Mamak, ketiga adikku, Ujing (adik perempuan dari mamak), Tulang (Adik laki-laki dari mamak) yang hadir ke tempat aku Wisuda.


Ga afdol kalo wisuda ga foto beginian


Holla, GILEA!!!
Bersama diantara rekan seperjuangan
Bersama rekan se-per-anjing-an

"""

Kira-kira begitulah ketika aku merayakan hari wisuda. Walaupun sedikit sedih karena ayah tidak bisa hadir, yang penting mereka-mereka yang tetap aku sayangi bisa hadir di wisudaku.

Setelah dari lokasi wisuda, aku termasuk keluarga-keluarga yang datang waktu itu langsung menuju ke Rumah Sakit, untuk melihat ayah.

Sampai di rumah sakit, aku langsung salim ayah sambil meneteskan air mata. “selamat, ya, anakku”. Cuma itu yang keluar dari mulut ayah. Karena belakangan ini ayah memang gabisa banyak bicara karena sakit yang di deritanya.

Hanya ada syukuran kecil-kecilan waktu itu. Kalau bahasa adat kami, upah-upah untuk aku yang sudah wisuda dan ayah yang sakit.

Di tengah-tengah upah-upah, ayah menyampaikan pesan, seperti ini..
“selamat buat anakku yang sudah menyelesaikan kuliahnya selama 4 tahun. Biarpun ayah gak bisa datang, yang penting ini bukan wisuda terakhirmu. Ayah berharap ada lagi wisuda setelah ini. Lanjut S2, ya, nak..”

Suasana syukuran di rumah sakit

 
aku, mamak, dan ayah

Iya, aku sepertinya melanjutkan kuliahku di S2. Sementara teman-teman seperjuangan yang lain sudah ada yang berangkat kerja karena sudah diterima di perusahaan-perusahaan di Kalimantan.

Aku gak dapat izin dari ayah untuk mengikuti test perusahaan karena kondisi ayah yang lagi sakit dan gak bisa ditinggal jauh sama anak sulung nya.

Siap! Insha Allah aku S2…

Jangan tanya apa cita-citaku. Yang penting, aku bisa berkarya dan menjadi apa yang aku inginkan meskipun bukan di bidangku. Jadi, kenapa mau ambil kuliah Perkebunan? Udah terlanjur, lah, itu!!!

Ayo berusaha, berdoa, dan terus berkarya.

Reza Kahar Fahlevi Harahap. SST.



Share
Tweet
Pin
Share
2 comments
ALLAHUAKBAR!!!

11 hari yang lalu baru aja ngeposting gimana rasanya jadi Mahasiswa yang Hampir Abadi, dan sekarang bau-bau abadi itu hampir tercium ketika aku menyerahkan BAB 4 yang berharap di acc tanpa revisi (lagi). 

Tadi siang, dengan gagahnya aku melangkah ke kampus dengan penuh keyakinan akan membawa lembar persetujuan untuk sidang Tugas Akhir, yang rencananya belum direncanakan kapan akan terlaksana.  Setidaknya  harus yakin! Itu yang penting.

Awalnya, untuk mengerjakan BAB 4 masih bingung mau mulai darimana.  Jangankan niat, niat untuk niat aja gak ada.

Sampai di kampus aku langsung memasuki ruangan Dosen Pembimbing. For Your Information, Dosen Pembimbing ku ini adalah seorang wanita.  salah satu dosen favoritku juga di kampus. Aku gak mau ngasih tau namanya siapa, yang jelas, dia Dosen yang paling di segani di kampus.

Oke, mari kita sebut saja namanya "Diana"

Dan satu lagi,  aku adalah satu-satunya mahasiswa bimbingan-nya yang gak pernah menjumpai dia untuk bimbingan mengenai Tugas Akhir.  Padahal, Bu Diana ini setiap tahunnya selalu mendapat Mahasiswa yang bisa dibilang bandel selama perkuliahan.  Tapi, setelah dibimbing mengenai Tugas Akhir, mahasiswa-mahasiswa yang Hampir Abadi seperti saya tersebut mudah-mudahan berhasil di meja sidang.

"permisi, bu" kataku..

"SUDAH! SILAHKAN KELUAR! SAYA TIDAK MAU BIMBING KAMU LAGI! BERAPA KALI SAYA CARI-CARI KAMU, KAMU SELALU GAK ADA! MAU KAMU APA SEBENARNYA? SAYA ITU MAU MENOLONG KAMU. BUKAN MEMBUNUH."

Sembari dia memarahi aku, ingin rasanya kutempelkan jari telunjuk ku tepat di depan bibirnya sambil berkata "aku itu selalu salah ya, di mata kamu. aku gak kemana-mana, kok.. tetep setia sama kamu"

Mungkin, kalo niat itu aku laksanakan, bu Diana akan berkata "KAU EMANG SALAH KARENA GAK MAU AKU BIMBING, ANJING REZAAAAAA!!!!"

Tapi niat itu aku urungkan.  Selain takut dapat perlakuan seperti perumpamaan diatas, aku juga takut jari telunjukku digigitnya sampai putus, dan aku tidak bisa mengerjakan BAB 4.

Aku cuma bisa diam sambil menundukkan kepala. bukan meratapi kesalahan, tapi siapa tau ada duit jatuh di lantai ruangan bu Diana.

"SUDAH, KAMU KELUAR. NGAPAIN LAGI DISINI? KELUAAAARRRRR!!!" kata bu Diana. 

Bu, aku belum dapat duitnya, boleh aku mencari satu per satu dari sudut ruangan ini? siapa tau dapat.

Sebelum bu Diana meluapkan kemarahannya makin menjadi, dengan menghancurkan semua kaca di ruangannya, lalu mengambil beberapa kepingan dan menggesekkannya di leherku, lebih baik aku pergi meninggalkan ruangannya.

Setelah kejadian yang hampir menumpahkan darah tersebut, aku langsung menuju ke perpustakaan kampus untuk mengerjakan BAB 4.  Dengan niat yang sudah diniatkan berkali-kali, aku mengerjakan BAB 4. 

Dalam waktu 3 hari akhirnya aku berhasil menyelesaikan BAB 4.  Aku yakin, data yang aku kerjakan di BAB 4 sudah lengkap.  Aku kerjakan sesuai Metodologi Penulisan Tugas Akhir yang sudah ditetapkan. 

Sebelum menyerahkan ke bu Diana, aku coba menjumpai beberapa dosen pembimbing mahasiswa yang lain. dari 4 doping yang aku tanya, semuanya bilang udah bagus.  Mungkin penulisannya aja sedikit yang diperbaiki.

Alhamdulillah, sepertinya kalau aku serahkan ke bu Diana langsung, dia akan kagum karena marahnya kemarin, aku jadi berubah.

Segera aku temui bu Diana di ruangannya.

"Permisi, bu.." kataku.

"Ngapain lagi? hah?" kata bu Diana.

jangan, bu, jangan, jangan bunuh aku 
"emmm anu, bu.. aku mau nyerahin BAB 4, bu" kataku dengan penuh ketakutan.

"yaudah, sini saya lihat!" perintah bu Diana.

satu per satu halaman dibuka, dan dilihat dengan serius, ku lihat bu Diana sesekali menganggukkan kepalanya.  Menurut ilmu Psikologi, itu maknanya bagus.  

Sampai halaman terakhir, tidak ada aku lihat bu Diana membuka bajunya tutup pena nya. itu tandanya tidak ada yang direvisi. 

YESSS!!! AKU BERHASIL!

"coba kamu ambilkan dulu minum saya!" perintah bu Diana.

"baik, bu.. akan saya beli minuman ibu dengan duit saya sendiri"

aku langsung berlari menuju kantin dengan bahagianya, sesekali aku moonwalk.

"Permisi, bu.. ini minumnya" kuberikan minuman yang dipesannya tadi

DAAANNNNN... ALANGKAH TERKEJUTNYA AKU MELIHAT BAB 4 YANG SUDAH AKU KIRA TIDAK ADA REVISI TADI.

penampakan yang amat sangat mengoyak hati

 Ya, mau gimana lagi.  emang harus kayak gini.  harus diperbaiki.  Anggap aja ini pembelajaran untuk lebih rajin lagi.  Jadikan aja coretan ini motivasi, ya kan?

YOK, SEMANGAT, ABANG KAHAAAAARRRRR!!!! *hibur diri sendiri*

 


 






Share
Tweet
Pin
Share
2 comments
Newer Posts
Older Posts

Nengok - Nengok

YANG PUNYA



Komposisi: Tulang, Daging, Nyawa, dan Nama!



SAYA DI TEMPAT YANG LAIN

  • instagram
  • youtube
  • twitter

recent posts

Blog Archive

  • June 2022 (1)
  • December 2021 (1)
  • March 2020 (1)
  • September 2019 (1)
  • June 2018 (3)
  • January 2017 (1)
  • December 2016 (2)
  • September 2016 (2)
  • May 2016 (1)
  • November 2015 (3)
  • November 2014 (1)
  • September 2014 (1)
  • July 2014 (1)
  • June 2014 (1)
  • March 2014 (2)
  • December 2013 (1)
  • August 2013 (1)
  • July 2013 (1)
  • June 2013 (1)
  • May 2013 (1)
  • April 2013 (2)
  • March 2013 (4)
  • February 2013 (3)
  • January 2013 (2)
  • December 2012 (3)
  • November 2012 (2)
  • October 2012 (1)
  • September 2012 (1)

Created with by ThemeXpose